Advertisement


Advertisement

Follow us on




   Terimakasih atas partisipasi dan antusiasme peserta dalam Bimtek Daring Seri 2 tentang "Identifikasi Spesies Nyamuk Anopheles Sebagai Vektor Malaria di Indonesia" . Nantikan segera Bimtek Seri 3 di awal tahun depan

Mengenal Novel Coronavirus (2019-nCoV)

Simpan : PDF
Tggl Post : 04 Februari 2020
Telah dibaca : 6058

(Salatiga – 25/01/2020) Kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada tanggal 31 Desember 2019. Pneumonia ini disebabkan oleh virus yang memiliki kemiripan dengan MERS-CoV dan SARS. Berdasarkan hasil analisis sekuens genom RNA, virus Pneumonia ini hanya memiliki kesamaan dengan MERS-CoV sebesar 54%, sehingga oleh WHO disebut dengan 2019-novel Coronavirus (2019-nCoV).  Penderita 2019-nCoV rata-rata terjangkit setelah mengunjungi Pasar Seafood Huanan yang juga menjual binatang-binatang lain seperti unggas, ular, kelelawar dan hewan ternak lainnya.

Coronavirus merupakaan zoonosis, yaitu penyakit yang secara alami menular dari hewan ke manusia. Reservoir utama dari penyakit ini adalah onta, sapi, kucing dan kelelawar. Akan tetapi, pada sekuens whole genome virus 2019-nCoV dilaporkan memiliki kesamaan reseptor sel dengan ular sehingga dilakukan  kajian lebih lanjut apakah ular dapat menjadi inang reservoir virus ini. Penyakit pneumonia yang disebabkan oleh 2019-nCoV memiliki gejala sangat umum seperti penyakit saluran pernafasan atas biasa, yaitu demam, sakit tenggorokan, batuk, dan flu. 

Menurut rilis WHO pada tanggal 23 Januari 2020, situasi terkini dari 2019-nCoV adalah 581 kasus terkonfirmasi 2019-nCoV di dunia dengan 571 kasus berasal dari China yang 375 kasus di antaranya terkonfirmasi di Wuhan, provinsi Hubei. Dari 375 kasus di Wuhan, 95 kasus dilaporkan berat dengan 17 kasus meninggal. Catatan WHO melaporkan bahwa dari 17 kasus meninggal tersebut, kesemua kasus memiliki infeksi sekunder penyakit lain selain 2019-nCoV . Negara lain yang telah melaporkan adanya penemuan kasus adalah Thailand, Jepang, Hongkong, Taipei, Macau, Amerika Serikat, dan Korea: dengan semua penderita memiliki riwayat perjalanan ke Kota Wuhan. Hingga saat ini, WHO masih belum menemukan secara jelas penyebab dan transmisi virus ini. Adanya laporan ular dan kelelawar sebagai reservoir juga masih dikaji lebih lanjut. Penularan dari manusia ke manusia sudah terjadi namun baru di Kota Wuhan. Negara lain belum melaporkan terjadinya penularan dari manusia ke manusia.

Menurut Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah ada anjuran perjalanan (travel advisory) terkait perjalanan ke China, akan tetapi belum sampai pada tingkat peringatan perjalanan (travel warning).  Semua orang yang melakukan perjalanan ke dan/atau dari China harus mewaspadai jika timbul gejala pneumonia yang mengarah ke Coronavirus. Dianjurkan untuk segera ke petugas kesehatan setempat apabila menemukan lebih dari satu gejala pneumonia. Saat ini belum ada antivirus yang dapat mengobati paparan virus 2019-nCoV, namun penyebaran virus ini dapat dicegah dengan cara: mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut dengan tisu atau lengan baju bagian dalam ketika batuk , gunakan masker saat batuk, menghindari kontak dengan penderita flu dan batuk, memasak daging dan telur sampai matang, menghindari kontak dengan hewan (atau mencuci tangan dengan bersih setelah kontak dengan hewan), menghindari perjalanan ke daerah kasus, dan segera menghubungi petugas kesehatan setempat jika sakit dalam perjalanan (MT).

Visi Kami
LOKASI KAMI
HUBUNGI KAMI :
  • No Telp : (0298) 327096 ; 312107
  • Email : bbppvrp.litbang@kemkes.go.id Email 2 : b2p2vrp.salatiga@gmail.com
  • Alamat : Salatiga, Jawa Tengah