Advertisement


Advertisement

Follow us on




   Diseminasi hasil riset SSGI akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Desember 2020 di Hotel El Royale Bandung

B2P2VRP Rampungkan Bimtek Daring Seri 2

Simpan : PDF
Tggl Post : 25 November 2020
Telah dibaca : 128

(Salatiga-25/11/2020) Bimbingan teknis secara daring seri ke-2 telah selesai dilaksanakan hari ini Rabu 25 Nvember 2020. Bimtek seri 2 yang mengangkat tema “Identifikasi Spesies Nyamuk Anopheles sebagai Vektor Malaria di Indonesia” ini merupakan kelanjutan dari Bimtek seri 1 pada 27 Oktober 2020 lalu yang sukses dilaksanakan.  
Sama halnya dengan bimtek seri 1 lalu, seri ke 2 ini juga disambut antusias oleh para peserta dan tercatat 450 peserta hadir dalam bimtek kali ini terdiri dari peneliti dan teknisi vektor, mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi, dinas kesehatan provinsi dan kab serta staf dai puskesmas. Tujuan bimtek seri 2 adalah memberikan informasi tentang teknik identifikasi nyamuk Anopheles sehingga peserta dapat memahami taksonomi nyamuk Anopheles baik metode maupun cara identifikasinya.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan dr.Slamet, MPH. Sebagai moderator adalah Prof. drh. Upik Kesumawati H., MS, Ph.D.(Ketua Program Studi Parasitologi dan Entomologi Kesehatan IPB) dan narasumber Dr. drh. Didik Budijanto, M.Kes Direktur P2PTVZ (dengan materi Tantangan Pengendalian Vektor Malaria di Indonesia), Triwibowo Ambar Garjito, S.Si, M.Kes (dengan materi Permasalahan di dalam Identifikasi Nyamuk Anopheles di Indonesia), Sidiq Setyo Nugroho, S.Si dan Mujiyono (dengan materi Praktik Identifikasi Spesies Nyamuk Anopheles sebagai Vektor di Indonesia)
"Berdarkan Riset Khusus Vektora (Rikhus Vektora) teridentifikasi spesies Anopheles ditemukan di 29 provinsi lokasi uji, itu artinya hampir merata seluruh provinsi di Indonesia. Lokasi teridentifikasi ini merupakan reseptifitas resiko penularan malaria artinya mudah menerima terjadinya penularan sehingga perlu surveilance vektor secara berkelanjutan untuk mencegah dan mengantisipasi kejadian luar biasa." Ujar Kabadan saat memberikan arahan dan pembukaan bimtek.
Beliau menjelaskan Rikhus Vektora juga merekomendasikan untuk perlunya memperbaharui kunci identifikasi nyamuk di indonesia, untuk memberikan petunjuk dalam bagi pelaksana program dalam pengendalian malaria. Upaya eleminasi malaria dilaksanakan secara bertahap dari kab ke kota, kemudian ke provinsi sehingga mencakup seluruh indonesia. Untuk itu diperlukan kerjasama dan upaya menyeluruh dari pemerintah pusat dan daerah serta seluruh sektor serta peran serta dari masyarakat itu sendiri. Wilayah di indonesia masih terdapat sekitar 20% yang belum memperoleh sertifikasi eleminasi malaria terutama ada di indonesia bagian timur, untuk mendukung percepatan eleminasi perlu informasi yang tepat agar efektif dalam proses pengendaliannya.
Di akhir arahannya Kabadan berpesan agar eleminasi bukan berarti eradikasi, artinya walaupun daerah yg dinyatakan eleminasi malaria akan tetapi bisa saja tumbuh kembali. Oleh karena itu perlu peran surveilance dan pengelola program sangat penting untuk melakukan surveilance secara berkelanjutan dan terus menerus.

                              Paparan dari peneliti B2P2VRP Triwibowo Ambar Gardjito, S.Si, M.Kes

Visi Kami
LOKASI KAMI
HUBUNGI KAMI :
  • No Telp : (0298) 327096 ; 312107
  • Email : bbppvrp.litbang@kemkes.go.id Email 2 : b2p2vrp.salatiga@gmail.com
  • Alamat : Salatiga, Jawa Tengah