Advertisement


Advertisement

Follow us on




  

B2P2VRP rampungkan Kaji Ulang Managemen sebagai pemenuhan ISO/IEC 17025

Simpan : PDF
Tggl Post : 21 Desember 2020
Telah dibaca : 168

(Salatiga-21/12/2020) Dalam rangka menjamin kesinambungan, kecocokan dan efektivitas sistem manajemen mutu serta operasional kegiatan Laboratorium B2P2VRP dan untuk mengetahui perubahan /peningkatan yang diperlukan. B2P2VRP rampungkan kegiatan "Kaji Ulang Managemen" hari ini Senin 21 Desember 2020. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya manajemen laboratorium meninjau sistem manajemen minimal satu kali dalam satu tahun pada interval waktu yang direncanakan. Hak ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan efektifitasnya, termasuk kebijakan dan sasaran yang terkait dengan pemenuhan persyaratan ISO/IEC 17025 : 2017.
Acara dibuka secara resmi oleh Manajer Administrasi, dr. Bagus Febrianto, M.Sc. Peserta berjumlah 56 orang peserta. Kaji Ulang Manajemen tahun 2020 dilaksanakan secara virtual, mengingat saat ini pandemi COVID19 masih terjadi. Bahasan Covid-19 menarik untuk menjadi bahasan utama dalam KUM 2020, dan kali ini narasumber yang dihadirkan berkaitan dengan COVID-19, yaitu dr. Riris Andono Ahmad,  BMedSc, MD, MPH, PhD. Beliau adalah dosen di Departemen Biostatistik, Epidemiologi dan Kesehatan Populasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dan saat ini menjadi salah satu anggota tim respon Covid 19 UGM. Narasumber kedua adalah Mardiana, ST. M.Biomed, beliau adalah asesor kepala di Komite Akreditasi Nasional. Isu internal dan eksternal yang relevan dengan aktivitas laboratorium Tahun 2021 yaitu Laboratorium B2P2VRP berencana menambah dua (2) ruang lingkup baru, yaitu: Laboratorium Bakteriologi dan Laboratorium Virologi (termasuk Pemeriksaan Covid-19).



Peserta Kaji ulang managemen mengikuti kegiatan secara daring

Visi Kami
LOKASI KAMI
HUBUNGI KAMI :
  • No Telp : (0298) 327096 ; 312107
  • Email : bbppvrp.litbang@kemkes.go.id Email 2 : b2p2vrp.salatiga@gmail.com
  • Alamat : Salatiga, Jawa Tengah