Advertisement


Advertisement

Follow us on




   Unggul dalam Inovasi dan Kreasi, Ikhlas dalam Manfaat dan Dedikasi untuk Mengabdi *

Upaya Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue Melalui Pemanfaatan Lethal Ovitrap Di Kabupaten Kulon Progo, DIY

Simpan : PDF
Tggl Post : 23 Februari 2021
Telah dibaca : 1062

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah yang belum bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak tahun 2013 hingga tahun 2020 masih ditemukan wilayah kecamatan endemis DBD. Berbagai metode sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo untuk menyelesaikan masalah DBD ini yaitu dengan melakukan 3M Plus, namun masalah DBD belum juga bisa ditangani dengan tuntas.
Salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalah ini, pada tanggal 17 Februari 2021 Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo mengundang peneliti (Aryani Pujiyanti, SKM, MPH dan Dr. Wiwik Trapsilowati, SKM, M.Kes) dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga untuk menyampaikan hasil penelitian tentang Lethal Ovitrap sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan vektor DBD. Lethal Ovitrap merupakan modifikasi dari alat Ovitrap. Menurut WHO, ovitrap merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ketika kepadatan populasi rendah. Ovitrap  ini biasa digunakan untuk mendeteksi awal infestasi baru dan untuk memonitoring kepadatan populasi vektor DBD setelah dilakukan upaya pengendalian.

Prinsip kerja lethal ovitrap adalah sebagai berikut: Aedes betina akan masuk ke lethal ovitrap karena tertarik keberadaan air dan atraktan di dalam alat; Aedes betina akan bertelur pada media yang disediakan (kain); telur akan menetas di dalam ovitrap, akan tetapi karena adanya larvasida jentik tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa; dengan berkurangnya jentik yang menjadi dewasa, maka diharapkan jumlah populasi nyamuk di lingkungan juga menurun.
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupa Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan DBD di Desa Endemis Tahun 2021 melibatkan peserta yang berasal dari sektor kesehatan dan non kesehatan. Peserta berasal dari sektor kesehatan adalah Kepala Bidang PE, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kepala Seksi P2PM, Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga, Pengelola Program P2PM, Staf P2PM, Petugas P2PTVZ dan Promkes/Sanitarian dari 21 puskesmas yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Sedangkan peserta dari sektor non kesehatan adalah perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, perwakilan kapanewon (kecamatan) dan perwakilan dari desa endemis DBD di Kabupaten Kulon Progo. Pertemuan ini dihadiri oleh 50 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi.
Tujuan diselenggarakannya pertemuan ini adalah agar peserta yang hadir dapat melakukan pembuatan, perencanaan pemberdayaan dan evaluasinya dengan lethal ovitrap  dalam upaya peningkatan peran serta masyarakat dalam pencegahan penyakit DBD. Sedangkan tujuan umum diselenggarakannya pertemuan ini adalah agar peserta pertemuan dapat membuat lethal ovitrap; peserta pertemuan dapat melakukan perencanaan, evaluasi dan penilaian evaluasi berdasarkan indikator entomologi dalam implementasi lethal ovitrap; dan peserta pertemuan dapat melakukan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD di desa endemis DBD di wilayah puskesmas masing-masing.
Dalam pertemuan ini dipaparkan tiga materi yang berisi informasi tentang situasi Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kulon Progo Tahun 2020; Pengendalian DBD melalui Pemberdayaan Masyarakat; dan Aplikasi Lethal Ovitrap untuk Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue. Setelah pemberian paparan terkait dengan penyakit DBD, pemberdayaan masyarakat dan aplikasi lethal ovitrap, peserta diajak untuk mengamati video cara pembuatan lethal ovitrap serta diajak untuk praktek bersama membuat lethal ovitrap yang nantinya akan digunakan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan 3M Plus (menguras, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas serta kegiatan lainnya yang menghambat penyebaran vektor DBD) yang sudah berjalan di masyarakat Kabupaten Kulon Progo.
Perlu diperhatikan bahwa dalam pengendalian vektor DBD, alat lethal ovitrap ini tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus berjalan bersama dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Sebelum alat lethal ovitrap diaplikasikan di masyarakat maka gerakan PSN harus dilakukan secara serentak selama dua minggu berturut-turut. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan habitat Aedes spp. di lingkungan sekitar, sehingga menekan jumlah populasi Aedes spp. selama dua minggu ke depan dan mengurangi tempat perkembanganbiakan vektor DBD potensial. Alat lethal ovitrap  ini merupakan pelengkap PSN 3M sehingga setelah alat dipasangpun, masing-masing keluarga tetap melakukan PSN rutin setiap minggu. Gerakan satu rumah satu jumantik sangat disarankan untuk mengamati jentik yang ada di setiap rumah yang dipasangi alat lethal ovitrap ini. Jika di dalam alat lethal ovitrap ditemukan adanya jentik hidup, segera buang jentik ke tanah dan alat diganti dengan yang baru, hal ini menandakan bahwa larvasida perlu untuk diganti.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan juga peserta pertemuan menyambut hangat paparan alat lethal ovitrap ini, bahkan seluruh peserta mengikuti pertemuan ini sampai dengan selesai. Mereka merencanakan untuk menggunakan alat ini di desa-desa endemis di wilayah kerjanya. Puskesmas yang sudah mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan masyarakat, diharapkan dapat merealisasikan penggunaan alat ini menjelang berakhirnya musim penghujan. Puskesmas juga harus bekerja sama melalui pemberdayaan masyarakat dengan pemerintah kapanewon dan pemerintah desa sehingga pengendalian vektor DBD berhasil dilaksanakan.
Penulis : WW dan RRK
 

               Praktek penggunaan lethal ovitrap                                                     - Paparan dari peneliti B2P2VRP

 

Visi Kami
LOKASI KAMI
HUBUNGI KAMI :
  • No Telp : (0298) 327096 ; 312107
  • Email : bbppvrp.litbang@kemkes.go.id Email 2 : b2p2vrp.salatiga@gmail.com
  • Alamat : Salatiga, Jawa Tengah