Advertisement


Advertisement

Follow us on




   Diseminasi hasil riset SSGI akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Desember 2020 di Hotel El Royale Bandung

Biolaras Sebagai Biolarvisida Dalam Pengendalian Malaria di Daerah Endemis

Tahun : 2018
PI : YUSNITA MIRNA ANGGRAENI, M. Biotech
Peneliti : Yusnita Mirna A, S.Si, M.Biotech, Arief Nugroho, S.T, Arum Triyas Wardani, S.Farm, Revi Rosavika K., S.Si, Lulus Susanti, SKM, MPH
Deskripsi :

Pengendalian penyakit malaria seperti halnya penyakit menular lainnya didasarkan atas pemutusan rantai penularan. Penggunaan insektisida kimia untuk pengendalian vektor dalam waktu lama dan frekuensi tinggi dapat menimbulkan resistensi vektor di samping dampak negatif lainnya terhadap lingkungan. Timbulnya resistensi nyamuk terhadap insektisida kimia dan adanya pertimbangan terhadap keamanan lingkungan mendorong dikembangkannya formula biolarvisida Bacillus thuringiensis (Bt) H-14 yang efektif dan bersifat target spesifik. Penggunaan B. thuringiensis H-14 telah direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 1978 untuk mengendalikan jentik nyamuk Anopheles spp., Aedes spp. dan Culex spp. Salah satu karakteristik Bt H-14 adalah mampu memproduksi kristal protein toksin (delta–endotoksin) selama proses sporulasi. Kristal tersebut toksik terhadap jentik nyamuk. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga telah melakukan eksplorasi Bt-14 dari berbagai habitat tanah termasuk tanah yang berada di lokasi endemik malaria dan telah diperoleh isolat Bt H-14. Aplikasi Bt H-14 memerlukan suatu bentuk formulasi sediaan yang sesuai dengan sasaran spesies jentik nyamuk yang akan dikendalikan. Pembuatan formulasi sediaan Bt H-14 koleksi B2P2VRP dilakukan untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal sehingga memunculkan kemandirian bangsa dan menghemat biaya. Pengembangan biolarvisida dari Bt H-14 (Biolaras) dalam bentuk sediaan serbuk telah dilakukan. Hasil uji efikasi di laboratorium tehadap jentik Anopheles aconitus menunjukkan nilai LC50 sebesar 14,38 mg/m2 sedangkan LC95 sebesar 58,41. Aplikasi Biolaras pada skala lapangan menggunakan 10 x LC95. Hasil pengujian pada skala lapangan di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan efektivitas Biolaras terhadap jentik Anopheles spp. bertahan hingga hari kedua setelah aplikasi sedangkan di Kabupaten Magelang hingga 4 hari. Kondisi lingkungan perairan sangat berpengaruh terhadap efektivitas biolarvisida terhadap kematian jentik.

Download File : biolaras2018_abstract.pdf

Visi Kami
LOKASI KAMI
HUBUNGI KAMI :
  • No Telp : (0298) 327096 ; 312107
  • Email : bbppvrp.litbang@kemkes.go.id Email 2 : b2p2vrp.salatiga@gmail.com
  • Alamat : Salatiga, Jawa Tengah