Advertisement


Advertisement

Follow us on




   Diseminasi hasil riset SSGI akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Desember 2020 di Hotel El Royale Bandung

Penguatan Implementasi Metode Surveilans Leptospirosis Berbasis Puskesmas

Tahun : 2018
PI : Drs. RISTIYANTO, M.Kes
Peneliti : DR. Ristiyanto, M.Kes
Deskripsi :

Indonesia merupakan salah satu negara endemis leptospirosis di dunia dengan angka kematian (case fatality rate/CFR) lebih dari 10% per tahun. Walaupun berbagai cara pencegahan dan penanggulangan leptospirosis telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota setempat, namun penyakit ini belum dapat ditanggulangi secara optimal. Masalah utama yang teridentifikasi dalam penanggulangan/pengendalian leptospirosis adalah keterbatasan masyarakat dan petugas medis tentang pengetahuan leptospirosis, keterlambatan pengobatan, keterbatasan diagnosis, ketiadaan program pemberantasan leptospirosis, dan data dukung pelaksanaan sistem kewaspadaan dini leptospirosis. Mengingat pentingnya penemuan dini kasus leptospirosis, maka telah dilakukan studi penguatan implementasi surveilans leptospirosis berbasis Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi analitik, dengan rancangan eksperimental semu. Penelitian dilakukan bulan Januari-Desember 2018 di dua Kabupaten endemis leptospirosis yaitu Kabupaten Demak dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah ceramah klinis, pelatihan tenaga laboratorium Puskesmas dan petugas surveilans untuk pemeriksaan laboratorium leptospirosis di Puskesmas dan pelacakan kasus, observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pemegang program dari tingkat Propinsi sampai Puskesmas, penemuan kasus leptospirosis dilakukan secara aktif dan pasif, dengan keterlibatan sinergis antara dokter BP, petugas laboratorium, petugas surveilans/pemegang program dalam penerapan kriteria WHO-SEARO dalam penjaringan kasus, survei faktor risiko (survei lingkungan, hewan ternak/piaraan dan survei tikus) dilakukan untuk melihat keterlibatan dan keterkaitan inang reservoir atau hewan penular, dan pemeriksaan laboratorium kasus leptospirosis di tingkat Puskesmas dengan menggunakan RDT/tes cepat dan konfirmasi laboratorium di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) dengan metode molekuler (Polymerase Chain Reaction/PCR) serta Gold Standard; Microscopic Agglutination Test (MAT) pada manusia, tikus, dan hewan ternak, serta e-SULE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surveilans leptospirosis dilakukan secara berkesinambungan setiap bulan, surveilans secara aktif dan pasif berbasis Puskesmas di Kabupaten Banyumas dan Demak secara cepat dan tepat dapat mendeteksi tersangka dan probable leptospirosis berdasarkan SOP. Faktor Risiko berpotensi sebagai sumber penular adalah tikus dan hewan ternak, serta lingkungan air disekitar rumah tersangka leptospirosis ber-pH alkalis. Tenaga kesehatan (dokter BP, Tenaga Surveilans dan Tenaga Laboratorium) menerima dan mendukung program surveilans leptospirosis. Saran berdasarkan hasil penelitin adalah surveilans leptospirosis berbasis Puskesmas sebagai program pengendalian leptospirosis di Dinas Kesehatan/Kab./Kota, surveilans secara aktif dan pasif berbasis Puskesmas di terapkan di daerah endemis leptospirosis, sosialisasi kepada masyarakat tentang pengendalian Faktor Risiko yang berpotensi sebagai sumber penular leptospirosis; surveilans tikus dan hewan ternak, serta manipulasi lingkungan air disekitar rumah tersangka leptospirosis dan pelatihan Tenaga kesehatan (dokter BP, Tenaga Surveilans dan Tenaga Laboratorium) dalam meningkatkan dukung program surveilans leptospirosis.

Download File : SurvLepto2018_abstract.pdf

Visi Kami
LOKASI KAMI
HUBUNGI KAMI :
  • No Telp : (0298) 327096 ; 312107
  • Email : bbppvrp.litbang@kemkes.go.id Email 2 : b2p2vrp.salatiga@gmail.com
  • Alamat : Salatiga, Jawa Tengah